Jumat, 06 April 2012

The Raid, ‘miskin’ cerita ‘kaya’ kesan


Seorang pria tampan sedang menjalankan ibadah salat dengan khusuknya. Lalu masih pria yang sama, ia meninju dengan keras samsak yang digantung di hadapannya berkali-kali layaknya memukul seseorang yang ia benci. Beberapa saat kemudian, pria lain dengan hanya mengenakan kaos singlet dan celana panjang serta rambut yang cukup gondrong acak-acakan, meletakkan mangkuk berisi mie di atas meja dan meraih sebuah pistol mungil. Sepersekian detik kemudian, DUAAAARRRRRR!!!!!! Suara tembakan memekakkan telinga diikuti semburan darah dari seorang pria yang sedari tadi kedua tangannya diikat dan mulutnya diplester, namun kini tergolek gak berdaya setelah sebutir timah panas ditembuskan ke kepalanya dari jarak sangat dekat. Begitu seterusnya sampai lima orang sudah tergeletak gak bernyawa dan cuma tersisa satu orang pada akhirnya bergabung dengan kelima rekannya setelah kepalanya dihantam palu. Gua cuma bisa melotot dan menganga.
Kurang lebih baru lima belas menit gua duduk di kursi bernomor 14 di barisan F di salah satu bioskop di Bandung, 
gua udah dibikin terpana sama adegan film yang emang pengen banget gua tonton. Pengalaman ini pernah gua rasain waktu gua nonton film 'Wanted' yang dibintangi Angelina Jolie dan James McAfoy. Gua gak pernah nyangka gua mengeluarkan ekspresi yang sama untuk film buatan Indonesia. Yap, tolong digarisbwahi itu film made in Indonesia. Gua yakin udah banyak yang nonton film The Raid ini, secara ini film jadi trending topic dimanapun. Film yang dibintangi oleh dua pria tampan dan macho banget, Iko Uwais dan Donny Alamsyah ini memang sudah jadi buah bibir jauh hari sebelum penayangan perdananya di bioskop. Pasalnya film ini gak cuma menembus pasar Indonesia, tapi juga pasar dunia. Ditambah lagi, premier film ini dilakukan serentak dak cuma di bioskop seluruh Indonesia, tapi juga bioskop diantaranya di Kanada, Australia, dan Amerika Serikat, . Gokil gak tuh?
The Raid ini sebenernya 'miskin' cerita ya. Maksudnya, ceritanya cuma kejadian penggerebegan tempat yang dijadikan markas para penjahat oleh para pasukan khusus. That's it. Selama kurang lebih dua jam, penonton cuma disuguhi adegan yang setting tempatnya cuma di satu gedung itu aja. Cerita yang awalnya 'mau ngegerebeg' dan nangkep penjahat, malah berubah jadi cerita penyelamatan para pasukan khusus itu sendiri buat keluar dari gedung yang udah dipenuhi para penghuni bersenjata.
Meskipun 'miskin' cerita, film bergenre action ini begitu kaya kesan. Dari menit awal sampai terakhir, yang gua rasain cuma tegang dan yang keluar dari mulut gua cuma 'Woooowww'. Beberapa adegan pertengkaran malah bikin penonton berdecak kagum dan bertepuk tangan saking kerennya. Menurut gua, ini adalah film laga Indonesia abad 20 yang paling keren dari segi koreografi bela dirinya. Cara orang-orang yang jadi korban meninggal juga menurut gua gak tanggung sadisnya. Apalagi yang paling gua suka itu waktu 1 on 2 antara Rama dan Andi VS Mad Dog di ruangan eksekusi. Sumpah bikin greget.
Tapi dari kerennya adegan-adegan di dalam gedung, satu adegan di luar gedung begitu mengelitik gua. Adegan di mana supir mobil pasukan khusus dan temannya saat ditembak berkali-kali oleh tiga orang penghuni gedung. Sayang, background pas adegan ini adalah lalu lintas Jakarta yang lagi rame. Meskipun agak jauh, tapi tetep aja keliatan. Gua yakin kalo suara tembakan yang keluar berkali-kali dari tiga senjata laras panjang, bakalan cukup buat menggemparkan penduduk sekitar. Dengan background seperti itu dan adegan yang ekstrim kayak begitu, menurut gua aneh aja mereka gak takut banyak orang yang bakalan dateng. Dan emang gak ada yang dateng, kayak suara tembakan di hutan sepi aja gitu bukan di salah satu bangunan ditengah kota.
Terlepas dari adegan itu (gua gak ngerti itu disengaja apa gak), The Raid ini tetep keren. Bahkan belum nyampe sebulan nongkrong di bioskop, The Raid berhasil nangkring di peringkat 20 Box Office Amerika Serikat. Big applause!!!! Meskipun ceritanya gak terlalu kompleks, tapi setiap detail adegan khususnya yang menyuguhkan pertengkaran, benar-benar membuat gua terpana and those are the real fighting. HIDUP FILM INDONESIA!!!!
Tapi, kira-kira kalau kejadian di The Raid itu ternyata kejadian nyata gimana yah?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar