Sabtu, 14 April 2012
If there is a way, there is a disruption
Entah bulan apa di tahun 2006. Akhirnya jadi mahasiswa juga. Itu kali ungkapan yang tepat waktu pertama kali gua menginjakkan kaki di salah satu universitas negeri ternama di Bandung dimana gua diterima menjadi salah satu mahasiswanya. Seneng? Pasti! Antusias? Gak juga tuh.
Gua menjadi mahasiswa jurusan Bahasa Inggris di salah satu universitas keguruan ternama di Bandung di tahun yang sama dengan kelulusan gua dari SMA. Gua bersukur punya mamah yang siang malem berdo'a supaya gua diterima di universitas ini meskipun sebenernya gua gak begitu pengen jadi guru. Gua diterima lewat jalur SMPB (sekarang SNMPTN-ribetnya nih singkatan), dan ini membuat gua benar-benar yakin bahwa do'a seorang ibu itu pasti dikabul. Kenapa?
Karena eh karena, pertama, gua ini salah satu murid program IPA di SMA, tapi setelah gua pikir-pikir gua ini passion-nya di hal-hal yang gak sesaklek ilmu alam. Akhirnya gua memutuskan untuk kuliah jurusan bahasa dengan mengambil program IPS (tolong digarisbawahi itu). Dengan waktu kurang lebih 5 minggu persiapan SPMB, temen-temen gua ngatain gua SARAP!
Meskipun dikatain, toh gua asik-asik aja, soalnya gua nyadar kok gua sarap. Pelajaran IPS gak bisa disepelein. Dengan setahun gua belajar IPA dan harus belajar IPS dalam 5 minggu, gua perlu kerja keras. Dan seperti kata pepatah, "If there is a will, there is a way", salah satu tempat bimbingan belajar cukup ternama membuka cabang baru deket SMA gua dan yang paling penting ngasih DISCOUNT buat program intensive SPMB selama sebulan. Hoooreeeee…..
Eits, sayangnya,
gua kudu bikin pepatah baru, IF THERE IS A WAY, THEN THERE IS A DISRUPTION. Persiapan buat tes SPMB itu bertepatan sama gelaran Piala Dunia, dan sayangnya lagi gua lagi kecanduan-kecanduannya nonton pertandingan sepak bola. Akhirnya, siang hari gua bimbel dan hampir tiap malemnya gua begadang. Alhasil, imunitas gua menurun dan terseranglah gua oleh penyakit cacar air yang emang belum pernah gua alamin dari lahir.
Bagi yang udah ngalamin sakit cacar air, pasti tau banget dong kalo gak sekedar sehari dua hari langsung sembuh. Gua cuma bisa bimbel selama dua minggu pertama dan sisanya gua habisin di rumah ngurusin badan yang bisul-bisul :(
Inilah makanya gua yakin keberhasilan gua di SPMB itu adalah buah hasil do'a mamah yang khusyuk banget. Semenjak itu, setiap gua punya keinginan atau ada ujian dan hal-hal krusial lainnya, gua selalu minta mamah buat ikut ngedo'ain. Mamah juga kalo gua lagi ujian selalu mencium kepala gua dan ngasih do'a-do'a pas gua nyium tangannya sebelum pergi ujian. Karena ini juga, meskipun gua gak minat jadi guru, tapi gua dengan sepenuh hati dan kerja keras menyukai perkuliahan gua yang banyak banget tentang ilmu jadi guru (Capeknyaaaa…)
Dari sini gua bisa menarik kesimpulan, If you've found your will, the way, and all disruptions, then there is your mom praying with all his love and life." (Beuh, bisa juga gua bikin kata-kata bijak, hahaha…)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar